Laporan dari Seoul
“Indonesia Sudah Masuk World Class”

Kamis, 11 November 2010 – 19:32 wib

SEOUL – Kehadiranan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Seoul, Korea Selatan, memiliki arti penting bagi transformasi Indonesia. Tidak hanya mencapai kekuatan regional, tetapi juga kekuatan dunia atau world power.

Presiden meyakini, Indonesia mempunyai kekuatan menuju menjadi negara yang pengaruhnya mendunia.

Hal tersebut disampaikannya dalam perbincangan dengan jurnalis termasuk, okezone di Pesawat Garuda Indonesia, tipe Airbus A330-300, yang membawa rombongan dari Jakarta menuju Seoul, Kamis (11/11/2010).

“Satu hal yang barangkali kurang disadari, dan harus muncul dari Presiden Barack Obama kemarin, pada jamuan makan malam, kita bergerak tidak lagi menuju regional power tapi bergerak menuju world power. Ini bukan basa-basi, bukan lips service, tetapi reality sejak Indonesia menjadi permanent member G-20 tahun 2008 kita sebenarnya sudah masuk world class,” kata Presiden dengan optimismistis.

Transformasi tersebut, kata Presiden bisa jadi tidak disadari oleh banyak pihak, termasuk misalnya, peningkatan gross national product Indonesia dalam kurun lima hingga enam tahun belakangan dan kini sudah masuk urutan 20 terbesar di dunia mencapai USD700 miliar.

Pada masa ini, Presiden menekankan pentingnya perubahan mental bangsa Indonesia untuk merasa setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Oleh karena itu, Presiden mengaku tidak senang jika Indonesia kedatangan tamu dari luar negeri sekelas kepala negara, ada yang mempertanyakan berapa besar kontribusi tamu yang bersangkutan terhadap Indonesia.

“Mari kita ubah mentalitas seperti itu. Kita punya harga diri, kita punya kehormatan yang besar, kalau bisa kita kelola dengan baik, 5-10 atau 15 tahun dari sekarang, kita benar-benar menjadi world power,” ujarnya.

Dengan mengubah total mentalitas, cara pandang dan visi bangsa secara keseluruhan, Presiden yakin Indonesia akan sejajar dengan kelompok negara yang saat ini sedang bertumbuh menjadi kekuatan dunia selanjutnya yakni, Brasil, Rusia, India dan China.


“Kalau kita tidak bermental meminta, maka kita bisa mengatakan, apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita perbuat, untuk tumbuh kembang kita,” katanya.

“Untuk memiliki kehormatan kita, ini penting sekali, karena mentalitas, cara pandang dan mindset sebuah bangsa, menentukan segalanya. Kalau kita senang dengan: mudah-mudahan dikasih, mudah-mudahan dibantu, kita tidak akan ke mana-mana dan kita tidak akan di mana-mana,” ujarnya lagi.(rhs)